Dianggap Lecehkan Islam, Netizen Kecam Penayangan Drama “The Man Who Dies to Live”

0
365

Drama komedi Korea baru “The Man Who Dies to Live” telah menyebabkan keributan besar di kalangan netizen. MBC dianggap telah menyalahgunakan nilai-nilai Islam dan menggambarkan citra palsu umat Islam dalam adegannya. Drama yang dibintangi oleh Choi Min Soo, Shin Sung Rok, Kang Ye Won, dan Lee So Yeon ini mengkisahkan seorang pria Korea bernama Said Faad Ali yang tinggal di sebuah kerajaan fiktif kecil di Timur Tengah selama lebih dari 40 tahun. Pria itu memperoleh status sosial tinggi serta dukungan dari penguasa kerajaan. Namun, sebuah fakta terungkap bahwa dia memiliki seorang anak perempuan di Korea. Kemudian sang penguasa kerajaan memerintahkan dia untuk mencari putrinya dalam satu bulan, dan akan menikahkan Said Faad Ali dengan putri sang penguasa.

Dalam salah satu episodenya, memperlihatkan wanita Muslim sedang berada di pinggir kolam renang mengenakan bikini dan jilbab pada saat yang bersamaan. Ada pula sebuah adegan saat raja memerintahkan sang putri untuk menikah, dan seorang duta besar berkata, “Ambil seorang putri dan ambil dua orang lainnya secara gratis”. Dalam poster “The Man Who Dies to Live”, Choi Minsoo berpose di mana kakinya menghadap kearah kitab suci Al-Quran, serta banyak adegan lain yang menimbulkan banyak pertentangan.

Akhirnya pihak MBC memposting permintaan maaf resmi di Twitter setelah dikritik habis-habisan oleh netizen karena menggunakan budaya Islam dalam drama barunya “The Man Who Dies To Live” dengan cara yang dirasa salah dan tidak sopan. Demi kesungguhannya untuk meminta maaf kepada seluruh netizen internasional, MBC menuliskannya kedalam 3 bahasa sekaligus yaitu Hangul, Inggris, dan Bahasa Arab.

Mereka membuka pernyataannya dengan menjelaskan bahwa drama tersebut bersifat fiktif dan meminta maaf atas kemungkinan bahaya yang akan timbul akibat drama tersebut. Salah satu stasiun penyiaran televisi besar di Korea Selatan itu juga menekankan bahwa mereka sama sekali tidak bermaksud menyinggung budaya atau agama tertentu, dan meyakinkan netizen bahwa mereka akan lebih berhati-hati di masa depan.

Namun, siapa sangka upaya permintaan maaf MBC justru disambut dengan tanggapan negatif. Melalui media jejaring sosial, netizen internasional gencar melakukan boikot dengan gunakan tagar #justiceforislam. Mereka menuntut agar MBC berhenti menayangkan drama “The Man Who Dies to Live” di siaran publik. Beberapa netizen juga berani membuat langkah lebih lanjut untuk melayangkan petisi kepada MBC.

Kejadian ini membawa kita kembali mengingat kontroversi yang sebelumnya pernah berlangsung. Pada tahun 2014 silam, KBS 2TV ‘Gag Concert’ melakukan penayangan kontroversial karena menggunakan nama karakter yang menyerupai nama Nabi Islam “Muhammad”. Setelah peristiwa itu, “Gag Concert” akhirnya menghilangkan nama karakter terebut. Kemudian yang belum lama ini terjadi, tepatnya di bulan April lalu program hiburan SBS ‘Laughing Legend Match’ membuat skandal dengan lelucon yang menyinggung orang berkulit hitam. Hal yang serupa juga dilakukan KBS di tahun 2014.

Faktanya bahwa saat ini lebih dari jutaan orang dari berbagai penjuru dunia begitu mencintai Korea, mulai dari drama, boygroup dan girlgroupnya hingga semua acara hiburan yang ditayangkan disana. Bahkan banyak penduduk pendatang ataupun turis mancanegara yang tinggal atau sekedar berwisata ke Korea. Harusnya menjadi acuan bagi pertelevisian Korea untuk lebih berhati-hati dalam menayangkan sebuah program.

 

Source: Allkpop, Soompi, The Jakarta Post

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here